Saturday, March 20, 2010

CC's Nail Art

Setiap Senin, seperti biasa, saya akan me-review ulang tentang pengalaman akhir pekan anak-anak dan seperti biasanya juga, mereka akan selalu bersemangat menceritakan aktivitas liburannya, karna memang menghabiskan waktu seharian bersama orangtua yang lengkap merupakan hal yang hanya bisa dinikmati di hari Libur saja

Nah berhubung mereka berasal dari keluarga yang "
High Class" at least diatas kategori sederhana, maka cerita tentang liburan akhir pekan mereka tentang jalan-jalan ke Mall ternama, berenang di sport club mahal sampai bepergian ke luar negeri sudah tidak asing lagi terdengar dikelas ini, sampai akhirnya salah seorang murid perempuan saya, sebut saja inisialnya CC, bercerita:

"Miss, Last weekend, I went to the Mall and got this " (sambil menunjukkan kedua jari mungilnya yang telah "didekorasi" tidak hanya dengan pewarna kuku tapi juga pernak pernik yang setahu saya dinamakan "Nail Art"

Kaget dan juga miris hati saya begitu melihat kuku mungilnya, yang seharusnya dijauhkan dari hal hal dewasa seperti itu dibiarkan untuk "
dewasa sebelum waktunya". Dan ironisnya, ketika saya bertanya siapa yang mengenalkan Nail Art kepadanya, dengan spontan dia menjawab

"mommy made this and She even bought the tools so that we can make it at home"

Ok, tidak salah kalau mami nya ingin mempercantik kukunya dengan alat semahal apapun, tapi untuk anak dibawah 6 tahun, saya rasa ini belum pantas sama sekali ( wong saya saja tidak diperbolehkan untuk mewarnai kuku baik oleh suami maupun pihak sekolah)

Tidak ingin anak-anak yang lain terpengaruh, ( mengingat anak-anak perempuan lainnya jadi mengerubungi dan mengagumi hasil
Nail Art nya) maka saya pun berkata

"
Anyway, its really nice CC, but Nail Art is suitable for an Adult, not for children"

Tapi dengan sedikit kritis, dia menjawab :

"
But Mommy said I could use it" ( yaah, saya sudah speechless deh kalo maminya sudah berkata begitu)

Teringat dengan peraturan sekolah, untuk guru dan staff jelas-jelas dinyatakan bahwa kita tidak boleh menggunakan Make-Up yang berlebihan, memiliki tato atau body painting sampai mewarnai Rambut dan Kuku kenapa?? sudah pasti selain untuk memberikan citra pendidik yang baik hal ini juga diharapkan tidak memberikan pengaruh negatif kepada anak didik kami, seperti yang terjadi saat ini, apalagi mengingat anak usia pra sekolah sangat "Getol" mencontoh guru-gurunya.

Naah, kalo hal seperti ini terjadi akibat pengaruh orang tua, ini yang bikin saya pusing. Apakah saya akan menegur atau membiarkan hal ini mempengaruhi anak didik yang lain ?? yang jelas saya berharap dihari Senin nanti tidak ada murid perempuan lain yang ikut-ikutan"mendekorasi kuku mungilnya

2 hari kemudian, CC tiba dikelas dengan wajah riang, menghampiri saya sambil menunjukkan kelima jari mungilnya sambil berkata:

"Miss, now I am having my 5 beautiful nails "

Dan saya, sekali lagi hanya bisa menarik nafas dan Speechless.
Mungkin sebaiknya sekolah harus membuat peraturan yang sama untuk anak didik imut-imut ini.

0 comments:

 
Template by suckmylolly.com - header candies by Tayoindesign